Tameka Menata Kamar

Berawal dari kasur yang ditarik ke tengah agar Tameka juga merasakan hembusan AC sehingga sisi kasur lainnya tidak memiliki alas. 

Lalu Tameka meminta kepada Ayah agar ada tikar supaya rapi kamarnya dan enak untuk diinjak lantainya. Lalu Ayah meminta Tameka untuk mengukur panjang dan lebatr kamar. Tameka dengan penuh semangat mengukurnya menggunakan meteran Ayah. 200…. ayah, kata Tameka dengan tegas saat ditanya Ayah (saya lupa hitungan pastinya). Ukuran Tameka benar. Dan kamipun hunting tikar tapi sebelumnya kami akan menemani Bu De ke Bandara dulu 10 november 2024. 

Setelah dari Bandara, Tameka terus mengingat tikar, jadi kamipun lanjut ke Ace, dan disana, Tameka penuh semangat mencari tikar. Saat ketemu, ternyata harganya mahal, dan kami urung membelinya. Tapi Tameka sudah kadung kepengen, jadi kamilanjut ke mitra mart, dan disana dapat tikar vynil yang ingin dibeli, tapi motifnya Tameka tidak suka sama sekali. Tameka memilih untuk tetap mencari yang disukainya. Kamipun akhirnya pulanh kerumah. Tetiba Mama teringat punya kulit sintetis yang dulu jadi alas. Jadi Mama cerita ke Tameka dan penuh semangat berbinar binar Tameka. Berkali kali meminta Mama untuk mencarinya. Dan mau membantu memegangkan tangga dan sebaianya yang penting alas ya ketemu. Tameka bahkan menaiki tangga dengan berani untuk melihat langsung apakah alas Mama ini Tameka suka. Dan dengan semangat Tameka bilang iya. Lalu meminta Ayah untuk mengambilnya dari rak yang tinggi 3 meter. 

Setelah itu Tameka mengukurnya dengan meteran, mengepaskan apakah bisa dipasang diatas. Kemudian Tameka mengelapnya, membersihkannya, hingga mengangkatnya ke atas kamar. Dan saat menata kamarnya pun tidak mau dibantu. Hanya Tameka dan Talita saja yang boleh melakukannya. 

Dan inilah hasilnya. 

Saya melihat Tameka saat mengerjakan ini, easy, enjoy, totalitas, semangat karena ini sesuai kebutuhannya dan yang disukainya, menata supaya indah.